Buku


Selain aktif menulis di dunia maya, khususnya di narasialternatif.site ini, saya juga telah membukukan beberapa tulisannya. Berikut adalah beberapa karya yang pernah ditulisnya:

1.     Kami (Tak Butuh) Kartini Indonesia

Kami (Tak Butuh) Kartini Indonesia ini digarap oleh beberapa penulis yang tidak saling kenal. Mereka berasal dari daerah yang berbeda-beda namun dipertemukan dalam satu karya antologi cerpen yang bertemakan Hari Kartini.

Saya sendiri menulis satu cerpen yang berjudul "Namaku Bukan Amy" dalam antologi tersebut. Ini adalah karya fiksi pertama saya yang dibukukan.

Singkatnya, tulisan saya tersebut bercerita tentang perempuan feminist yang dijodohkan dengan anak seorang KIAI. Perempuan tersebut sebenarnya diberinama Aminah oleh kedua orang tuanya.

Namun, ia enggan menggunakan nama itu untuk memperteguh aktifitasnya dalam memperjuangkan kesetaraan. Suatu saat dia sadar bahwa perjuangannya akan apa yang dianggapnya benar tidak lantas harus menutupi identitasnya, terlebih mengganti sebuah nama.

2. Kami Sang Juara



Kami Sang Juara merupakan cerpen kedua saya. Masih sama dengan cerpen pertama, ini merupakan kumpulan cerpen yang digarap oleh beberapa penulis yang tidak saling kenal. Di cerpen ini tulisannya dipandang yang terbaik dan diletakkan di halaman pertama.

Sepenggal kata-katanya juga dikuti dan dijadikan sebagai narasi pada sampul belakang buku. Judul tulisan saya sendiri adalah Membunuh Takdir. Saya tidak menyangka bahwa tulisan ini menjadi yang terbaik dalam antologi kali ini,

Tulisan ini bercerita tentang seseorang yang selalu menyalahkan keadaan dan secara umum mengutuk takdir. Singkatnya, ia akhirnya terlibat dalam perdebatan yang mengejutkan. Ia diminta untuk membunuh takdir yang selalu ia kutuk keberadaannya.

3. Islam, Formalisasi Syariat Islam, dan Post-Islamisme di Aceh



Islam, Formalisasi Syariat Islam, dan Post-Islamisme di Aceh ini merupakan kumpulan tulisan dari pemikir muda Aceh berkenaan tentang Islam, formalisasi syariat Islam, dan Post-Islamisme di Aceh. Mayoritas tulisan telah diterbit di media cetak maupun online. Saya sendiri menulis tentang Hukuman Cambuk. Pertanyaan yang saya ajukan adalah, apakah hukuman cambuk itu tujuan, atau sebenarnya hanyalah sarana yang dapat diubah?

4. Benteng dan Jembatan Demokrasi Elektoral (Pengalaman Pengawasan Pemilu 2019 di Aceh)


Benteng dan Jembatan Demokrasi Elektoral (Pengalaman Pengawasan Pemilu 2019 di Aceh) merupakan proyek Panitia Pengawas Pemilihan Aceh untuk mendokumentasikan dan menyajikan narasi pengawasan Pemilu agar lebih mudah diakses dan enak dibaca oleh khalayak umum.

Buku ini dieditori oleh Teuku Kemal Pasha (penulis di berbagai media seperti Kompas, Serambi Indonesia, dan lain sebagainya). Penulis dalam buku ini sendiri terdiri dari Dosen dan Praktisi atau Penyelenggara Pemilu.

Selain kaya referensi, buku ini berangkat dari pengalaman pengawasan Pemilu di Aceh pada tahun 2019. Saya sendiri berbicara soal penegakan hukum Pemilu yang terdiri dari penindakan pelanggaran ADM, Kode Etik, dan Pidana Pemilu.

Untuk membeli buku-buku di atas, klik di sini.

--
Terima kasih | Khairil Akbar, S.H.I., M.H | Dosen FH UNSYIAH - Aceh

Load comments