Tuesday, August 22, 2017

Tidak Adalah Tidak

Sumber: Youtube.com

Ini tentang hikmah atau pelajaran yang dapat kuambil dari film India yang berjudul PINK. Film yang dibintangi oleh Amita Bachan itu sungguh menamparku sebagai lelaki. Film itu sangat layak bahkan harus ditonton oleh para lelaki yang kerap memandang perempuan sebagai objek dan manusia kelas dua. Setidaknya, ada kebenaran—yang dulu tabu untuk diakui sebagai kebenaran karena status perempuan yang kerap menjadi korban—yang diungkap dengan baik dan sangat dalam.

Film itu bercerita tentang tiga perempuan yang harus menghadapi proses peradilan karena salah seorang dari mereka telah membenturkan botol minuman ke seorang pria yang baru mereka kenal. Perempuan biasa ini awalnya pesimis bisa menang di pengadilan. Tapi, berkat jasa seorang pengacara tua yang tidak meminta bayaran, mereka mulai punya harapan. Pasang surut usaha mereka tempuh dengan tangis, tapi berupaya terus jujur. Sampai pada puncak persidangan, film itu malah semakin menarik untuk terus disimak.

'Tidak' bukan sekadar kata. 'Tidak' adalah kalimat lengkap. Ia tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Saat seseorang berkata tidak, yang lain harusnya menyadari bahwa 'tidak' adalah tidak. Walau ucapan itu keluar dari seorang kenalan, teman dekat, pacar, PSK, bahkan istri sendiri, 'tidak' artinya adalah tidak. Saat anda mendengar seseorang mengucapkannya, maka anda harus berhenti.

Demikianlah kesimpulan dari pembelaan sang pengacara kepada tiga klien perempuannya yang dituduh melakukan percobaan pembunuhan, pemerasan, dan prostitusi. Ada sekian banyak bukti yang diajukan, tapi kesimpulan ini mematahkan seluruh tuntutan. Sungguh logis, terlebih di era sekarang di manar hukum tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan.

Bagaimana mungkin seorang gadis akan melakukan percobaan pembunuhan padahal disaat yang sama ia mengatakan 'tidak' kepada pria tersebut. Dalam hukum, tindakan gadis itu hanya dapat diterima sebagai pembelaan terpaksa (overmacht). Pria yang melaporkan gadis itu mencoba menyentuh bagian yang tidak semestinya disentuh. Bahkan ia melakukannya dengan cara yang menjijikkan. Gadis itu menolak dengan berkata 'tidak'. Tapi, pria itu memaksa dan mencoba memerkosa. Itulah kejadian yang sebenarnya.

Adalah wajar dan patut dibenarkan tindakan si gadis yang membenturkan botol minuman tepat ke bagian kepala si pria. Bahkan, kalau pria itu mati, si gadis tetap tidak bersalah karena ia sedang membela diri dari keganasan pria picik dan bejat seperti pelapor. Tidak adalah tidak. Seharusnya semua orang bebas menentukan sikapnya, apakah ia mau melayani atau tidak. Jika “tidak” adalah pilihannya, maka memaksanya untuk mau atau mengatakan “ya” adalah pemerkosaan.

______________________________________________________________________
#India #Bollywood #Movie #Film #AmithaBachan #Recommended#FilmHukum #CaseStudy #CaseofLaw #CaseFilm #Keren #BestFilm#FeminismPerspektive #Perempuan #LakilakiBaru #PINK

 

Load comments