Monday, November 30, 2020

Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh; Rekonsiliasi Berbasis Kearifan Lokal

Foto diambil oleh Sarli Yulis.

Pada pertemuan ke-empat belas (14) lalu kita telah belajar tentang Hak Asasi Manusia mulai dari Pengertian Hukum dan HAM, Sejarah dan perkembangan HAM, Instrumen Hukum dan HAM, Bentuk pelanggaran dan peradilan HAM, hingga Faktor dan penyebab serta dampak korupsi bagi Hak Asasi Manusia.

Pertemuan ini merupakan lanjutan dari materi Hak Asasi Manusia secara umum. Di sini kita akan berkenalan dengan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh yang kurang lebih bekerja dalam isu-isu pengungkapan kebenaran yang notabenenya pasti terkait dengan Hak Asasi Manusia.

Hanya saja, lingkup kerja KKR Aceh ini hanya di wilayah Provinsi Aceh. Awalnya, KKR Aceh merupakan bagian dari KKR Nasional. Hanya saja, akibat dari pengujian UU KKR di Mahkamah Konstitusi, KKR Nasional terpaksa bubar sebelum berbuat apa-apa karena UU yang mendasari pembentukannya dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945.

Secara hukum, KKR Aceh mestinya juga tidak dapat dibentuk karena induknya telah tiada. Atas dasar itu, sebagian orang menganggap KKR Aceh masih bahkan tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Jika ingin membentuk KKR Aceh yang terpisah dari KKR Nasional, idealnya UU Nomor 11 Tahun 2006 harus diubah. Alih-alih mengubahnya, KKR Aceh malah dibentuk berdasarkan Qanun.

Tentu masih sangat banyak problematika KKR selaku lembaga serta proses pengungkapan kebenaran sebagai rangkaian kegiatan yang berujung pada pengadilan (mencari keadilan). Karenanya, materi ini akan sangat menarik untuk diulas dan didiskusikan lebih lanjut.

Tujuan dari kuliah ini adalah, mahasiswa mampu menjelaskan dan mendeskripsikan hukum, HAM, dan komisi kebenaran dan rekonsiliasi Aceh serta dampak korupsi bagi individu masyarakat dan negara sebagai salah satu bentuk pelanggaran  Hukum dan HAM.

Baca dan simaklah materi-materi berikut ini.







Selain slide dan video di atas, berikut adalah opini saya terkait dengan KKR Aceh. Di samping opini tersebut, saya pernah menulis perihal KKR ini pada jurnal hukum Universitas Islam Indonesia. Jurnal tersebut dapat dibaca berikut ini.

Penutup
Bagaimana dengan kuliah hari ini? Beri penilaianmu di sini, ya!

Demikianlah sesi perkuliahan kali ini. Semoga bermanfaat.

Jabat Erat
Thanks & best regards.
Khairil Akbar, S.H.I., M.H.


Friday, November 13, 2020

Hukum dan Hak Asasi Manusia

  

Kebebasan berpendapat dan menyampaikannya merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia.


Pada dasarnya, manusia lahir dengan seperangkat hak yang melekat pada dirinya. Hak tersebut kemudian didengar dengan istilah Hak Asasi Manusia, yaitu suatu hak yang paling dasar bagi manusia untuk membedakannya dengan makhluk lainnya.


Tanpa HAM, eksistensi manusia menjadi "budak". Bahkan, jika hati dan pikiran manusia direnggut, tidak hanya ia akan menjadi "budak", tapi lebih rendah dari itu, yakni binatang. Yup, bahkan hewan sekalipun masih memiliki insting untuk mengasihi "anak-anak" mereka.


Hanya saja, di samping seseorang memiliki hak, maka orang lain juga memiliki hak yang sama. Hak-hak tersebut harus terlindungi. Oleh perkembangan, ianya bahkan bukan sekadar dilindungi, juga dikembangkan agar potensi yang ada tumbuh dan berdampak pada makhluk lainnya.


Karenanya hukum mengatur relasi hak tersebut agar satu hak tidak menjadi ancaman bagi hak-hak lainnya. Meski begitu, bukan sekadar hukum yang mengatur hak itu diperdebatkan, HAM itu sendiri memiliki perdebatannya tersendiri.

Beberapa hal yang akan kita pelajari pada sesi ini adalah:

  1. Pengertian Hukum dan HAM
  2. Sejarah dan perkembangan HAM
  3. Instrumen Hukum dan HAM
  4. Bentuk pelanggaran dan peradilan HAM
  5. Faktor dan penyebab korupsi


Kali ini kita akan belajar tentang Hukum dan Hak Asasi Manusia yang akan kita perkuat pada sesi diskusi daring. Berikut adalah bahan yang dapat dibaca sebelum dikusi itu kita lakukan.



Tugas

Setelah membaca topik Hukum dan HAM ini, seberapa penting HAM ini dan bagaimana hukum seharusnya berperan menurutmu? Tulislah di media sosial yang kamu miliki sebegai bentuk kebebasan berekspresi!

Penutup
Bagaimana dengan kuliah hari ini? Beri penilaianmu di sini, ya!

Demikianlah sesi perkuliahan kali ini. Semoga bermanfaat.

Jabat Erat
Thanks & best regards.
Khairil Akbar, S.H.I., M.H.

Saturday, November 7, 2020

Konstitusi dan Rule of Law

 



Kata konstitusi berasal dari bahasa Prancis (constituer) yang berari membentuk. Pemakaian istilah konstitusi yang dimaksudkan ialah pembentukan suatu negara atau menyusun dan menyatakan suatu negara.

Konsitusi ini erat kaitannya dengan negara hukum (rule of law). Konstitusi dan Rule of Law merupakan dua hal yang berjalan seiringan. Jika rule of law diartikan sebagai negara hukum, maka di dalam negara hukum itu biasanya, bahkan selalu ada yang namanya konstitusi. 

Konstitusi ini menjadi dasar bagi negara dalam menjalankan pemerintahannya agar tercapai tujuan yang ditetapkan olehnya. Tujuan itu sendiri terkadang termuat di dalam konstitusi negara itu sendiri.

Kedua hal di atas akan kita bahas dengan tiga sub pembahasan:

  1. Konsepsi Konstitusi Negara
  2. Konsep Rule of Law
  3. Konsep negara hukum Pancasila

Berikut adalah materi yang dapat dibaca lebih lanjut.



Tugas

Setelah membaca topik Konstitusi dan Rule of Law ini, apa yang dapat kamu pahami atau pelajari? Tulislah pendapat dan pertanyaanmu di sini, ya! Tidak perlu banyak-banyak. Cukup satu paragraf dan minimal 1 (satu) pertanyaan.

Penutup
Bagaimana dengan kuliah hari ini? Beri penilaianmu di sini, ya!

Demikianlah sesi perkuliahan kali ini. Semoga bermanfaat.

Jabat Erat
Thanks & best regards.
Khairil Akbar, S.H.I., M.H.

Monday, November 2, 2020

Demokrasi

 


Ketika mendengar kata "Demokrasi", kira-kira apa yang terpikir di benak kita? Sebagian dari kita mungkin akan menjawabnya dengan ungkapan yang positif. Di antara kita ada pula yang menanggapinya dengan dua sisi sekaligus di mana demokrasi dapat memberi kebaikan namun tidak sedikit pula negatifnya.

Tidak hanya itu, demokrasi bahkan mungkin dipandang sama sekali negatif oleh sekelompok orang. Bagi mereka, demokrasi selalu identik dengan "barat" dan "kafir". Tidak heran jika mereka ini menolak demokrasi dan hendak menggantinya dengan sistem yang menurut mereka berasal dari Tuhan.

Pandangan-pandangan di atas tentu tidak sepenuhnya benar dan karenanya tidak sepenuhnya pula salah. Hanya saja, bagaimanapun Indonesia dan kebanyakan negara di dunia telah memilih demokrasi sebagai sistem politik mereka.

Ya, demorkasi bisa diartikan sebagai sistem politik, pemerintahan, atau negara. Di dalam sistem ini, sesuai dengan asal katanya, rakyat ditempatkan sebagai pemegang kedaulatan. Dengan kata lain rakyatlah yang berkuasa.

Jika yang terpikirkan oleh kita demokrasi identik dengan pemilu atau pemilihan kepada daerah, maka pemahaman demokrasi kita termasuk lumayan. Karena, dalam pemilu dan pemilihan kepala daerah itulah wujud dari kedaulatan rakyat terlihat jelas.

Nah, materi kali ini akan berbicara soal demokrasi yang meliputi:

  1. Pengertian dan sejarah demokrasi
  2. Macam-macam demokrasi
  3. Ciri, prinsip dan nilai demokrasi, dan
  4. Bagaimana membangun demokrasi yang religius

Poin keempat ini mungkin agak anomali karena riligius yang berasal dari kata religi atau religion (agama) yang berdimensi ke-Tuhanan malah disandingkan dengan demokrasi yang sangat identik dengan manusia atau kemanusiaan.


Untuk lebih jelasnya, materi yang terdiri dari beberapa bagian di atas akan dijelaskan melalu slide di bawah ini.



Selain materi di atas, materi menarik lainnya dapat di baca di sini.

Tugas

Setelah membaca dan menulis bagian-bagian penting dari topik Demokrasi ini, berdiskusilah di dalam kelompok masing-masing dan temukan alasan-alasan selain yang telah diungkapkan bahwa Indonesia adalah negara yang berpaham demokrasi. Lantas bagaimana pendapat dari kalian tentang demokrasi religius?

Penutup
Bagaimana dengan kuliah hari ini? Beri penilaianmu di sini, ya!

Demikianlah sesi perkuliahan kali ini. Semoga bermanfaat.

Jabat Erat
Thanks & best regards.
Khairil Akbar, S.H.I., M.H.

Tuesday, October 20, 2020

Ketahanan Nasional dan Bela Negara



"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan dan keadilan sosial”.


Demikianlah bunyi Alenia ke-IV UUD Negara Republik Indonesia yang merupakan cita-cita dibentuknya negara Indonesia. Untuk mewujudkannya, seluruh elemen atau komponen bangsa haruslah bersatu dan memainkan peranannya masing-masing dengan penuh semangat dan daya juang tinggi.


Segenap kemampuan, baik materil maupun immateril harus dikerahkan dengan suka rela (ikhlas). Semangat demikian itu dikenal dengan "Ketahanan Nasional". Ketahanan Nasional ini harus terus dipupuk dan dibina, terutama kepada generasi muda (yang dalam hal ini termasuk mahasiswa) sebagai pemegang tongkat estafet pembangunan bangsa dan negara,


Hal ini tentu berkaitan dengan semangat bela negara. Bela negara sendiri merupakan perwujudan warga negara dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan ketahanan nasional bangsa Indonesia. Nah, untuk lebih jelasnya, baca dan renungkanlah slide berikut:



Simak pula video berikut ini:


Penutup
Bagaimana dengan kuliah hari ini? Beri penilaianmu di sini, ya!

Demikianlah sesi perkuliahan kali ini. Semoga bermanfaat.

Jabat Erat
Thanks & best regards.
Khairil Akbar, S.H.I., M.H.


Sunday, October 18, 2020

Kewarganegaraan: Pengertian, Penentuan, Hak dan Kewajiban, Ketentuan, dan Masalahnya

 

Berbicara kewarganegaraan, ada banyak hal yang bisa kita diskusikan. Terlebih di masa-masa sekarang, yakni di masa terkotak-kotaknya bangsa Indonesia akibat pertarungan politik, khususnya pasca Pemilu 2014 dan 2019.


Di masa itu bangsa Indonesia dihadapkan pada dua pilihan yang mau tidak mau dipaksa berada di salah satu kubunya. Terlebih di dunia maya, cekcok cebong-kampret, bumi bulat-bumi datar, dan beberapa istilah yang dilekatkan pada keduanya kerap memanas.


Di masa seperti itu kita selaku satu kesatuan warga negara kiranya menjadi retak. Parahnya, konsep kewarganegaraan yang dirasa sudah sangat ideal kembali dipertanyakan. Jika pertanyaan itu mengarah kepada memperbaiki konsep yang telah ada tentu tidak masalah. Menjadi problem ketika konsep yang ideal itu hendak dikembalikan ke masa di mana manusia memiliki kasta dan tentunya dibeda-bedakan.


Sebagian kalangan muslim (misalnya) menghendaki sistem khilafah yang patut dipertanyakan, khilafah yang seperti apa yang dikehendakinya. Mereka ini kiranya menghendaki konsep kewarganegaraan yang membedakan antara kafir dan mukmin (orang-orang beriman). Tidak heran jika di hadapan publik mereka menentang kepemimpinan non-muslim dengan dalil larangan agama.


Di samping itu, ada pula kalangan yang menghendaki dihapusnya kolom agama dalam KTP dengan alasan agar tidak terjadi tindakan-tindakan diskriminatif dalam pengambilan kebijakan-kebijakan. Artinya, ada anggapan bahwa identitas keagamaan justru dapat merusak tatanan dan pengelolaan pemerintahan. Nah, materi berikut akan berbicara seputar Kewarganegaraan yang meliputi:


  1. Pengertian Kewarganegaraan
  2. Penentuan Kewarganegaraan
  3. Persoalan Kewarganegaraan
  4. Hak dan Kewajiban Warga Negara
  5. Ketentuan UU Mengenai WNI



Setelah membaca slide di atas, simak pula video verikut:


Tugas

Setelah membaca dan menulis bagian-bagian penting dari topik Kewarganegaraan ini, 1. apa yang menurutmu telah ideal dari konsep kewargenaraan Indoensia, 2. permasalahan kewargenegaraan apa yang menurutmu perlu diperbaiki, 3. dan apa solusi yang dapat kamu lakukan atau orang/ instansi/ pemerintah dapat lakukan?

Tulislah pendapatmu atas tiga pertanyaan di atas di sini.

Penutup
Bagaimana dengan kuliah hari ini? Beri penilaianmu di sini, ya!

Demikianlah sesi perkuliahan kali ini. Semoga bermanfaat.

Jabat Erat
Thanks & best regards.
Khairil Akbar, S.H.I., M.H.

Wednesday, September 30, 2020

Identitas Nasional

Sumber: sosiologis.com


Siapapun kita, baik sebagai individu maupun kelompok tentu memiliki ciri-ciri yang khas. Ciri-ciri itu kiranya menjadi penanda yang sekaligus menjadi pembeda antara diri kita dengan orang lain. Ciri-ciri atau yang juga disebut karakteristik itu juga ada bagi suatu bangsa. Ciri-ciri bangsa (identitas nasioal) itulah yang kemudian akan kita pelajari pada pertemuan ini.


Tujuan:

Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat mengetahui dan memahami Identitas Nasional yang bertujuan agar mahasiswa dapat berpikir, bersikap rasional dan dinamis serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual yang memiliki kesadaran tentang pentingnya Identitas Nasional dalam kontek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Materi yang Dipelajari:

Pada pertemuan ini, ada empat hal yang akan dipelajari: Pengertian Identitas Nasional, Karakteristik, Hakikat dan Fungsi Identitas Nasional, Unsur-Unsur Pembentuk Identitas Nasional, dan Penerapan Identitas Nasional di Indonesia.

Agar lebih jelas, bacalah dan catat bagian-bagian yang menurutmu penting.




Tugas
Sebelum memasuki sesi diskusi, pada pertemuan daring (tatap maya) kamu akan diminta menceritakan pengalamanmu berkomunikasi, berteman, mencari informasi, atau secara umum berinteraksi dengan orang di luar daerah provinsi, berbeda suku, agama, dan/atau perbedaan lainnya.

Untuk itu, kamu diminta untuk mencari satu atau lebih orang yang berbeda denganmu untuk mengetahui ciri khas dari orang yang kamu jumpai secara daring, baik melalui whatsapp, panggilan telepon, video conference, atau metode lainnya. Tulislah pengalamanmu di media sosial yang kamu miliki (blog lebih disarankan)!

Lalu tunggu instruksi selalnjutnya, ya. 

Penutup
Bagaimana dengan kuliah hari ini? Beri penilaianmu di sini, ya!

Demikianlah sesi perkuliahan kali ini. Semoga bermanfaat.

Jabat Erat
Thanks & best regards.
Khairil Akbar, S.H.I., M.H.

Survey Kepuasan Mahasiswa

 

Suatu kegiatan seperti pendidikan idealnya harus dievaluasi. Tidak hanya terhadap mahasiswa, evaluasi bagi dosen dan secara keseluruhan adalah proses belajar sangatlah penting. Tujuannya agar apa yang sudah baik dapat ditingkatkan dan yang belum baik dapat diperbaiki pada kegiatan berikutnya.


Atas dasar itulah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini disusun. Untuk menjamin objektifitas, survey ini tidak meminta data mahasiswa, baik berupa nama, nomor absen, maupun nomor pokok mahasiswa. Karenanya, survey ini tidak akan memengaruhi nilai mahasiswa. Survey ini justru menjadi bahan evaluasi bagi saya selaku dosen untuk terus berupaya (berikhtiar) dalam memperbaiki diri.

Friday, September 25, 2020

Politik dan Strategi Nasional

Sumber: https://prezi.com/


Jika mendengar kata politik, apa yang terbayang dalam benak kita? Paratai Politik? Politisi? Politik Uang? atau Negara? Semua itu memang identik dan berkaitan dengan politik. Namun, tidak semua yang kita pikirkan itu merupakan definisi yang ideal dari politik.


Partai politik misalnya, ia merujuk kepada sarana atau media yang digunakan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai kepentingan mereka. Sedangkan politisi merupakan sebutan bagi pelaku, yaitu orang yang bertarung dalam suatu pemilihan tertentu atau menjadi pengurus bagi suatu partai politik.

Dengan begitu, politik memiliki arti yang luas. Kata politik sendiri berasal dari kata polistaia. Polis artinya kesatuan masyarakat yang mengurus diri mereka sendiri atau kerap juga disebut negara, sedangka taia berarti urusan. Untuk lebih jelasnya, lihat dan rangkumlah slide materi berikut:



Bagaimana dengan kuliah hari ini? Beri penilaianmu di sini, ya!

Demikianlah sesi perkuliahan kali ini. Semoga bermanfaat.

Jabat Erat
Thanks & best regards.
Khairil Akbar, S.H.I., M.H.

Negara dan Sistem Pemerintahan

Sumber: www.kompasiana.com

Negara merupakan organisasi terbesar satu negara dengan negara lainnya tidak saling membawahi. Indonesia misalnya, merupakan negara berdaulat yang menjadi Undang Undang Dasar Negara Republik Indoneisa Tahun 1945 (UUD NRI 1945) sebagai dasar hukum tertinggi. Karenanya, Indonesia tidak akan pernah tunduk kepada negara dan/atau hukum di luarnya.


Materi kali ini akan berbicara soal negara dan sistem pemerintahannya. Setidaknya ada empat (4) hal yang akan dibahas:

1. Pengertian, unsur, prinsip, dan konsep negara

2. Pengertian kekuasaan, macam jabatan dan wewenang pemerintah

3. Penyelenggaraan otonomi daerah

4. Sistem pemerintahan Aceh


Materi keempat dibicarakan karena Aceh memiliki keunikan yang kebetulan sebagai kampus kebanggan orang Aceh, menjadi wajar sekiranya sistem pemerintahan Aceh juga dibahas dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.




Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan apa yang dimaksud dengan Negara serta apa dan seperti apakah sistem negara (Indonesia).

Bagaimana dengan kuliah hari ini? Beri penilaianmu di sini, ya!

Demikianlah sesi perkuliahan kali ini. Semoga bermanfaat.

Jabat Erat
Thanks & best regards.
Khairil Akbar, S.H.I., M.H.

Thursday, September 24, 2020

Ideologi dan Pancasila: Proses Perumusan dan Perdebatan Tentangnya.

Sumber: www.kompasiana.com/


Pancasila sebagai dasar negara kerap dihadapkan dengan ideologi-ideologi yang berkembang di dunia. Belakangan, komunisme dan khilafah menjadi isu yang tiada habisnya diperbincangkan. Tuduh menuduh dan klaim "paling pancasilais" juga terjadi. Di sisi lain, Pancasila sendiri juga dipandang tidak relevan, bahkan ada yang menganggapnya sesat, produk manusia yang karenanya menjadi dasar bagi orang-orang yang mengikuti thaghut (istilah dalam Islam yang merujuk pada sesembahan selain Allah).


Apakah klaim dan tuduhan-tuduhan yang berkembang itu dapat dibenarkan? Pertemuan ini akan mengulas perihal tersebut. 


Setidaknya ada tiga materi pokok yang akan diulas di sini:

1. Hakekat Ideologi

2. Proses perumusan Pancasila sebagai Ideologi Indonesia (baca juga: Islam "Hatta" Pancasila)

3. Pancasila sebagai ideologi terbuka (baca juga: Pentingnya Menafsir Ulang Pancasila)


Berikut adalah materi pertemuan kedua.


Diharapkan dari materi ini, mahasiswa dapat menjelaskan  tentang Ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Selain materi di atas, materi berikut juga memberi penjelasan tambahan terkait dengan Ideologi dan Pancasila.



Lalu, apa sih makna dari setiap butir Pancasila? Berikut materinya:



Bagaimana dengan kuliah hari ini? Beri penilaianmu di sini, ya!

Demikianlah sesi perkuliahan kali ini. Semoga bermanfaat.

Jabat Erat
Thanks & best regards.
Khairil Akbar, S.H.I., M.H.